(ini adalah kisah yang aku alami pada rabu, 5 Februari 2014 di sebuah tempat, namun aku sengaja tak menuliskan dimana kejadian ini berada demi menghindari hal-hal negatif ke masa depan. Akupun menuliskan ini bukan untuk di publishkan karna catatan ini adalah artikel pribadi kehidupan aku. Semoga aku ataupun orang yang sempat membaca tulisan ini diberikan keImanan yang kuat, Amiin). Dan pic yang di depanpun bukan pic sebenarnya karena di saat kejadian ini aku sama sekali tak ada inisiatif untuk mengabadikan peristiwa ini.
22.15 Wib, "mang aku tidur dulu ya, tumben amat badan aku lemes gini jam segini juga nguap mulu" kataku ke kawan aku yang kebetulan malam itu jaga.
"ya udah sana, besok kerja lagi". katanya.
Akupun menuju dimana aku biasa beristirahat, namun saat aku ingin masuk ke ruangan aku tak tau kenapa tiba-tiba aku ingin berdiri di luar ruang dulu, padahal awalnya aku ingin sekali langsung tidur.
Semilir angin berhembus menerpa, menusuk kulit hingga tembus ke tulang. Aku yang tlah terbiasa merasakan angin malam hanya bisa menghela nafas dan ku pandangi langit dari teras tempat aku bersemayam. Sungguh, sebenarnya hari ini tak ada masalah yang berat aku hadapi, namun kenapa seperti ada yang mengganggu fikiranku. Aku mencoba mengingat-ingat, mencari-cari apa yang sebenarnya membebani aku, tapi percuma, aku tak tau apa yang tlah membuat dadaku terasa sesak seperti ini. Ah...(gumamku) mungkin ini karena aku ngerasa cape aja kali.
22.15 Wib, "mang aku tidur dulu ya, tumben amat badan aku lemes gini jam segini juga nguap mulu" kataku ke kawan aku yang kebetulan malam itu jaga.
"ya udah sana, besok kerja lagi". katanya.
Akupun menuju dimana aku biasa beristirahat, namun saat aku ingin masuk ke ruangan aku tak tau kenapa tiba-tiba aku ingin berdiri di luar ruang dulu, padahal awalnya aku ingin sekali langsung tidur.
Semilir angin berhembus menerpa, menusuk kulit hingga tembus ke tulang. Aku yang tlah terbiasa merasakan angin malam hanya bisa menghela nafas dan ku pandangi langit dari teras tempat aku bersemayam. Sungguh, sebenarnya hari ini tak ada masalah yang berat aku hadapi, namun kenapa seperti ada yang mengganggu fikiranku. Aku mencoba mengingat-ingat, mencari-cari apa yang sebenarnya membebani aku, tapi percuma, aku tak tau apa yang tlah membuat dadaku terasa sesak seperti ini. Ah...(gumamku) mungkin ini karena aku ngerasa cape aja kali.
Rokok yang aku hisap sudah mulai habis, ku buang puntung dan aku masuk ke dalam ruanga. ku nyalakan komputer dan aku coba searching apa aja yang mungkin bisa aku baca, tapi....hihihihi...xixixixixi terdengar di telinga aku suara seperti itu di telinga kiriku, Astraughfirulloh...aku kaget bukan kepalang, dua sosok anak kecil, kerdil, yang satu berwarna hitam pekat dan satunya lagi berwarna merah kurang lebih setinggi 70cm an berlari ke arah samping kiri aku sembari tertawa ngikik seperti itu. Langsung spontan aku kuasai keadaan agar aku tak terlihat kaget melihat mereka, bahkan aku coba tersenyum ke arah mereka, setelah itu aku pura-pura browsing lagi pura-pura acuh kepada mereka. Tapi apa yang mereka inginkan dari aku?
Sosok anak kecil yang berwarna merak sambil berdiri menggapai pundak aku sedangkan satunya lagi naik ke atas meja disamping aku lalu asyik bermain sendiri. Sosok yang berwarna merah tadi rupanya ingin mengecoh aku, dia bisikkan kata-kata ke aku " bro,serius amat baca-baca? mendingan mas bro samperin deh tuh ce, dia tajir tau bro, pendapatannya aja tiap bulan sekitar 50jt an, coba kalo mau nurutin dia pasti bakalan kebawa deh ikut tajir, apa yang mas bro mau bakalan dikasih" katanya.
"hei bogel...elu tuh udh jelek, pendek, bertanduk lagi...lepasin tangan lu dari pundak ane" bentak aku.
"xixixixi...." sambil melepaskan pengangan dari pundak aku dia naik ke meja di depan aku dan menghalangi pandangan aku ke monitor yang aku pakai.
"hei kunyuk jelek sana minggir, aku lagi penting nih" gertak ku ke dia, sambil ku dorong badannya, ups!!! kosong, hampa, aku tak menyentuh apa-apa, badannya tak bisa aku dorong. "hey kurcaci jelek, sebenernya mau kamu apa? sana gih temenin tuh pasangan kamu main" kataku.
"bos, bisa kan kita ngbrol sebentar, aku cuma mau ingetin lho" katanya.
Aku pun memutar badan aku melihat ke rak yang ada d ruangan, karna aku kesel melihat mukannya yang serem namun dia paksa untuk lucu, "ok, kita ngbrol tapi jangan lama-lama aku buru-buru nyari bahan".
"masih inget ga, dia bilang kangen, dia bilang pengen ketemu? dulu juga dia bilang kesempatan ga akan datang 2 kali, inget kan???? ini kesempetan bro, besok km sms dia, temuin dan ajak kemana gitu. pasti yang mas bos minta bakal dia turutin. Posisi bro sekarang kaya gini, untuk keras resikonya berat, jadi pakai aja jalan ini bos, gd salahnya jahatin org yang ga bener ko" terang setan itu.
"Kampreeeeet, elu mau bahas itu lagi?". aku bentak dia dengan kasar, aku berharap dia takut dan mengajak kekasihnya (setan yang berwarna hitam pekat) untuk pergi, tapi perkiraan aku salah, mereka berdua malah tertawa.
"xixixixixi...xixixixii.....katanya laki-laki brother....buktiin dong kalau bro ga cemen...So,ini kesempetan buat menutup kekurangan yang bikin mas bro GALAU" si setan hitam ikut angkat bicara sambil mengedipkan mata ke setan merah.
"dasar kalian berdua, selalu mengganggu aku di saat aku konsen". kataku sambil berdiri untuk pindah tempat duduk ke karpet yang ada di lantai. Tapi mereka bukan pergi, setan hitam tau-tau melompat dan naik ke atas rak sedangkan yang merah mengikuti aku ke karpet tempat aku duduk.
"baiklah kalau ini yang kalian inginkan, tadinya aku tak berniat kejam terhadap kalian, tapi kalian keras kepala". Sambil duduk aku pejamkan mata, sementara mereka berdua menertawaiku. Aku konsentrasikan fikiranku ke dadaku sambil ku hela nafas dalam dan aku buang pelan-pelan sembari ku sebut "Ya...Alloh..." begitu seterusnya.
Sementara aku melakukan itu makin lama suara tawa mereka mendadak berhenti, sementara itu terdengar suara "gubrak" beberapa kali seberti ada sesuatu yang menghantam meja. Ingin aku membuka mata dan melihat apa yang terjadi, tapi 'tidak" aku tak boleh kalah.....aku harus membakar mereka, itu yg ada di batinku, dan terus aku berdzikir.
Beberapa menit kemudian, tak terdengar aktivitas apapun dalam ruangan, hatiku semakin tenang...damai, dan akhirnya aku putuskan untuk membuka mata, tapi apa yang aku lihat????
Dua sosok kerdil, pendek, bertanduk yang satu merah dan satu lagi hitam pekat berdiri di atas meja memperhatikan aku seperti menunggu aku. "kenapa kalian berhenti menertawaiku, teruslah tertawa sepuas kalian" kataku kepada mereka.
"hey kamu manusia..." katanya dengan sangat sombong dan mulai berkata kasar. " sampai kapanpun selama kamu masih bernafas golongan kami akan selalu menyertaimu, karna kami bisa masuk dan mengikuti aliran darah golongan manusia, sebersih apapun golongan manusia, kalian akan tetap mengajak kalian untuk mengikuti ajakan kami" tegasnya,Lalu menggandeng tangan setan yang berwarna hitam berkata "hayu sayang kita pergi".
Kemudian mereka yang di atas meja melompat dan "WUSSSS" mereka melewati kaca dan terbang, sesaat aku terkesiap melihat mereka. "Naudzubillah min dzalik", dalam hati aku bergumam....
Setelah itupun aku melanjutkan browsing, namun fikiranku tak bisa konsen lagi, hawa merinding yang membuat bulu kudukku masih ada, dan akhirnya aku putuskan untuk turun ke pos satpam dan ngbrol dengan kawan aku.
Sampai di bawah temen akupun bertanya "lah kirain udh tidur?". Aku terpaksa berbohong "tadi sore habis Ashar aku sempet tidur jadi ga ngantuk". dan kami pun melanjutkan ngopi sampai pagi tanpa aku buka mulut tentang apa sebenarnya yang tlah aku alami.
"hei kunyuk jelek sana minggir, aku lagi penting nih" gertak ku ke dia, sambil ku dorong badannya, ups!!! kosong, hampa, aku tak menyentuh apa-apa, badannya tak bisa aku dorong. "hey kurcaci jelek, sebenernya mau kamu apa? sana gih temenin tuh pasangan kamu main" kataku.
"bos, bisa kan kita ngbrol sebentar, aku cuma mau ingetin lho" katanya.
Aku pun memutar badan aku melihat ke rak yang ada d ruangan, karna aku kesel melihat mukannya yang serem namun dia paksa untuk lucu, "ok, kita ngbrol tapi jangan lama-lama aku buru-buru nyari bahan".
"masih inget ga, dia bilang kangen, dia bilang pengen ketemu? dulu juga dia bilang kesempatan ga akan datang 2 kali, inget kan???? ini kesempetan bro, besok km sms dia, temuin dan ajak kemana gitu. pasti yang mas bos minta bakal dia turutin. Posisi bro sekarang kaya gini, untuk keras resikonya berat, jadi pakai aja jalan ini bos, gd salahnya jahatin org yang ga bener ko" terang setan itu.
"Kampreeeeet, elu mau bahas itu lagi?". aku bentak dia dengan kasar, aku berharap dia takut dan mengajak kekasihnya (setan yang berwarna hitam pekat) untuk pergi, tapi perkiraan aku salah, mereka berdua malah tertawa.
"xixixixixi...xixixixii.....katanya laki-laki brother....buktiin dong kalau bro ga cemen...So,ini kesempetan buat menutup kekurangan yang bikin mas bro GALAU" si setan hitam ikut angkat bicara sambil mengedipkan mata ke setan merah.
"dasar kalian berdua, selalu mengganggu aku di saat aku konsen". kataku sambil berdiri untuk pindah tempat duduk ke karpet yang ada di lantai. Tapi mereka bukan pergi, setan hitam tau-tau melompat dan naik ke atas rak sedangkan yang merah mengikuti aku ke karpet tempat aku duduk.
"baiklah kalau ini yang kalian inginkan, tadinya aku tak berniat kejam terhadap kalian, tapi kalian keras kepala". Sambil duduk aku pejamkan mata, sementara mereka berdua menertawaiku. Aku konsentrasikan fikiranku ke dadaku sambil ku hela nafas dalam dan aku buang pelan-pelan sembari ku sebut "Ya...Alloh..." begitu seterusnya.
Sementara aku melakukan itu makin lama suara tawa mereka mendadak berhenti, sementara itu terdengar suara "gubrak" beberapa kali seberti ada sesuatu yang menghantam meja. Ingin aku membuka mata dan melihat apa yang terjadi, tapi 'tidak" aku tak boleh kalah.....aku harus membakar mereka, itu yg ada di batinku, dan terus aku berdzikir.
Beberapa menit kemudian, tak terdengar aktivitas apapun dalam ruangan, hatiku semakin tenang...damai, dan akhirnya aku putuskan untuk membuka mata, tapi apa yang aku lihat????
Dua sosok kerdil, pendek, bertanduk yang satu merah dan satu lagi hitam pekat berdiri di atas meja memperhatikan aku seperti menunggu aku. "kenapa kalian berhenti menertawaiku, teruslah tertawa sepuas kalian" kataku kepada mereka.
"hey kamu manusia..." katanya dengan sangat sombong dan mulai berkata kasar. " sampai kapanpun selama kamu masih bernafas golongan kami akan selalu menyertaimu, karna kami bisa masuk dan mengikuti aliran darah golongan manusia, sebersih apapun golongan manusia, kalian akan tetap mengajak kalian untuk mengikuti ajakan kami" tegasnya,Lalu menggandeng tangan setan yang berwarna hitam berkata "hayu sayang kita pergi".
Kemudian mereka yang di atas meja melompat dan "WUSSSS" mereka melewati kaca dan terbang, sesaat aku terkesiap melihat mereka. "Naudzubillah min dzalik", dalam hati aku bergumam....
Setelah itupun aku melanjutkan browsing, namun fikiranku tak bisa konsen lagi, hawa merinding yang membuat bulu kudukku masih ada, dan akhirnya aku putuskan untuk turun ke pos satpam dan ngbrol dengan kawan aku.
Sampai di bawah temen akupun bertanya "lah kirain udh tidur?". Aku terpaksa berbohong "tadi sore habis Ashar aku sempet tidur jadi ga ngantuk". dan kami pun melanjutkan ngopi sampai pagi tanpa aku buka mulut tentang apa sebenarnya yang tlah aku alami.
0 komentar:
Posting Komentar